Learning Camp Digital Classroom: Belajar Design, 3D, Hingga Olah Data

Jakarta – SD Islam Al Azhar 19 Sentra Primer kembali menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan inovatif melalui kegiatan Learning Camp Digital Classroom (DCR) pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh murid-murid kelas 4 yang tampak antusias mengeksplorasi berbagai aplikasi digital untuk mendukung proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan keterampilan mengolah informasi. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai salah satu pilihan SD Islam terbaik, SDIA 19 Sentra Primer berupaya mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Diawali Sholat Dhuha, Dilanjutkan Eksplorasi Teknologi Digital

Kegiatan Learning Camp Digital Classroom diawali dengan Sholat Dhuha bersama. Pembiasaan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter religius sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan kepada murid sebelum mengikuti rangkaian aktivitas pembelajaran.

Setelah kegiatan ibadah selesai, murid melanjutkan aktivitas dengan menjelajahi beragam aplikasi digital. Suasana belajar berlangsung dinamis karena setiap aplikasi memberikan pengalaman dan tantangan yang berbeda. Dengan pendampingan bapak dan ibu guru, murid memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung, bertanya, bereksperimen, dan mengembangkan ide. Pendekatan ini menjadikan pembelajaran lebih interaktif sekaligus membantu murid memahami manfaat teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Learning Camp Digital Classroom: Belajar Design, 3D, Hingga Olah Data
Learning Camp Digital Classroom: Belajar Design, 3D, Hingga Olah Data

Mengenal Desain, Musik, dan Pengolahan Data

Salah satu aktivitas yang menarik perhatian murid adalah membuat desain flyer dan poster menggunakan Canva. Melalui aplikasi ini, murid belajar memadukan teks, gambar, warna, dan tata letak untuk menyampaikan pesan secara kreatif.

Selanjutnya, murid mencoba GarageBand untuk membuat musik digital sendiri. Aktivitas ini membuka kesempatan bagi murid untuk mengenal proses kreatif dalam menghasilkan karya audio.

Tidak hanya berkreasi, murid juga belajar mengolah data menggunakan Numbers. Mereka diperkenalkan pada cara menyusun informasi secara terstruktur sehingga data menjadi lebih mudah dibaca dan dipahami.

Sementara itu, Freeform digunakan untuk membantu proses brainstorming visual, sedangkan Pages dimanfaatkan untuk menyusun dokumen. Berbagai kegiatan tersebut mendorong murid mengembangkan keterampilan digital yang dapat mendukung kegiatan belajar di berbagai mata pelajaran.

Menjelajahi Dunia 3D Interaktif

Pengalaman belajar semakin menarik ketika murid menjelajahi teknologi tiga dimensi melalui AR Composer dan AR Makr. Kedua aplikasi ini memberikan kesempatan untuk mengenal pengalaman digital berbasis augmented reality (AR).

Selain itu, murid mempelajari penggunaan Google Classroom untuk mendukung aktivitas pembelajaran. Pengenalan aplikasi ini membantu murid memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengakses materi, mengelola tugas, dan mengikuti kegiatan belajar secara lebih terorganisasi.

Learning Camp Digital Classroom: Belajar Design, 3D, Hingga Olah Data
Learning Camp Digital Classroom: Belajar Design, 3D, Hingga Olah Data

Membangun Kreativitas di Era Digital

Program Learning Camp Digital Classroom bukan sekadar kegiatan mengenalkan aplikasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kemandirian, kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Melalui praktik langsung, murid memiliki kesempatan untuk belajar dari proses mencoba dan mengeksplorasi berbagai fitur. Mereka juga dapat mengembangkan keberanian dalam menyampaikan gagasan serta menghasilkan karya berdasarkan ide masing-masing.

Baca Juga: Fieldtrip Kelas 1 SDIA 19, Serunya Bertualang di Alam Terbuka

Pendampingan Guru Mendukung Pembelajaran yang Optimal

Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari peran bapak dan ibu guru pendamping, yaitu Ms. Qolbi, Mr. Rijal, Ms. Siti, Ms. Nur, Ms. Firsti, Ms. Santi, dan Ms. Yani. Para guru mendampingi murid selama proses eksplorasi aplikasi, memberikan arahan, serta membantu mereka memahami fungsi teknologi yang digunakan. Pendampingan tersebut membuat kegiatan belajar berlangsung lebih terarah dan bermakna.

Integrasi teknologi dengan pembiasaan ibadah juga mencerminkan upaya SDIA 19 Sentra Primer dalam menyeimbangkan pengembangan kompetensi digital dan pembentukan karakter. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang bertanggung jawab.

Yuk, Jadi Bagian SDIA 19 Sentra Primer!

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran digital dapat dikemas secara menyenangkan melalui praktik langsung, pendampingan guru, dan suasana belajar yang mendukung. Berbagai keterampilan yang diperkenalkan diharapkan dapat menjadi bekal bagi murid untuk menghadapi tantangan masa depan.

Bagi orang tua yang mencari SD Islam terbaik dengan pembelajaran inovatif, lingkungan islami, dan pendekatan yang interaktif, SDIA 19 Sentra Primer menghadirkan pengalaman pendidikan yang memadukan pengembangan keterampilan abad ke-21 dengan pembentukan karakter.  Segera daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di SD Islam Al Azhar 19 Sentra Primer sekarang juga! Dapat dilakukan dengan kunjungan sekolah atau menghubungi kami melalui: 

Alamat: Jl. Dr. Sumarno Jl. Sentra Primer, Baru Timur, Pulo Gebang, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950.

 

Postingan Terkait